Traveling ke Pulau Weh - Hari Pertama
Horeee,
akhirnya traveling perdana kami terealisasi. Dan mentang2 perdana,
perjalanan kami akan dimulai di 0 km Indonesia. Ada yang sudah tau tempatnya ?
Ya betul..betul.betul.. 0 km Indonesia dimulai dari Pulau Weh. Lho bukannya
Sabang ? Kan ada lagunya…Dari Sabang sampai Merauke… Sabang itu adalah nama kota
di Pulau Weh. Seperti yang dibilang sm Om Wiki :
Pulau Weh
(atau We) adalah pulau vulkanik
kecil yang terletak di barat laut Pulau Sumatra.
Pulau ini pernah terhubung dengan Pulau Sumatra, namun kemudian terpisah oleh
laut setelah meletusnya gunung berapi terakhir kali pada zaman Pleistosen.
Pulau ini terletak di Laut Andaman. Kota terbesar di Pulau Weh, Sabang,
adalah kota yang terletak paling barat di Indonesia.
Kamis, 13 April 2017
Sekitar beberapa jam sebelum berangkat, muncul pesan di WA group kalau mobil yang akan kami
pake, tidak ada STNK-nya. Hanya ada surat kehilangan STNK. Oh Noooooo… Gimana
nih.. Mana hari libur, sudah pasti susah lagi nyari mobil rentalnya.. Panik.. panik.. panik..
Lalu telpon
rental mobil yg lain, jawabannya antara ini :
- Sudah habis mobil mas.
Iya
sih namanya juga pas mau libur panjang
- Ga bisa lah pak kl keluar Medan.
Yaaa
capedee.. Takut ni yeee…
- Harus pake supir mas, kl lepas kunci
kami ga ngasih.
Piye to Mas, kami kan ber-8.. Kl sama sopir lg, mana muat ???
Piye to Mas, kami kan ber-8.. Kl sama sopir lg, mana muat ???
Akhirnya
dengan nekat hati, setelah debat sana debat sini nyaingin debat pilkada di
tivi, kami sepakat tetap menggunakan mobil yang tanpa STNK asli itu. Bayangin,
Medan - Aceh Brooo…. Gila kan.. Paling ga ada 2 layer tuh razia polisi…
Setelah
acara pengajian di kantor, kami langsung berangkat menuju rumah Rika di
Sunggal. Disana kami disambut luar biasa oleh ibunya Rika dan tanpa malu kami
menghabiskan persediaan makan keluarga Rika sekaligus dengan ngebontotnya (baca : bungkus
nasi plus lauk-pauknya). Hehehehe… Cekidot di TKP :
O
iya, traveling ini kami bermodalkan Rp. 400rb per orang.Jadi kalau dikali 8, modal
awal kami sekitar Rp. 3,2 juta. Itu belum termasuk sumbangsih :
- Nasi + lauk dari Rika
- Cemilan tambahan dan jamu tolak angin
dr Rama & Syita
- Sartika dr Dewi (Apaaa ayooo Sartika ???)
- Rendang dr Desi
- Ayam dikelapain sm saos dr Beng
- Ongkos Wilda dan Dedi sana sini beli
cemilan utama..
Dengan
segala aral rintangan yang menghadang mulai dari ujian kampus Rama (yang
akhirnya dipercepat dari jadwal ujian seharusnya), cost yang cukup besar sampai
bingung nyusun budgetnya hingga mobil yang tak ber-STNK asli, akhirnya sekitar
jam 10 malam kami gerak dr Sunggal menuju Banda Aceh dengan jarak tempuh sekitar 600 km. Ngarep sebelum jam 8 pagi sudah tiba di
pelabuhan Ulee Lheue untuk bisa naik trip pertama ke pelabuhan Balohan di pulau
Weh. Dedi menjadi driver pertama dengan target perjalanan Medan – Langsa. Gelak
tawa mengiringi perjalanan kami, sampai beberapa dari kami tertidur ga pulas di
dalam mobil.
Bersambung
Bersambung




Komentar
Posting Komentar